Menjadi Seorang Pengantin

.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

dan benarlah adanya, pernikahan itu bagaikan sebuah keajaiban.

Bagaimana suatu akhir terjadi jika tak berawal,
dan bagaimana sebuah awal melalui perjalanan sampai ke akhir.

Ini adalah kenyataan hidup, yang ceritanya tentang tinggal dan meninggalkan.
tentang jodoh atau tidak berjodoh, tentang bersama ataupun berpisah.
dan tentang bagaimana kita mengisi cerita diantara rentang waktunya.

ini adalah salah satu puisi yang saya buat pada awal bulan november 2013 tepat satu tahun ketika ia pergi bertugas di negeri yang jauh diujung Indonesia.

Aku masih menyulam ribuan harapan untuk merebahkan tubuh dalam pelukmu,
untuk mengukir senyuman perlahan yang tulus dengan keikhlasan.
Aku masih menembar mimpi menjadi perempuan yang selalu berdiri disampingmu,
untuk merintis masa depan tanpa takut akan jatuh kedalam kebingungan.

Namun…

Di sepanjang perjalanan ini aku menyadari bahwa mencintai mu seperti halnya menggenggam pasir,
semakin ku genggam erat semakin kau pergi lepas dari hatiku.
Semakin aku takut kau tinggalkan, Semakin kau akan meninggalkan.

Semakin aku menuntut padamu, semakin sesak akan terasa.
Semakin aku menggugat rasa, semakin aku terpenjara akan rasa bersalah.

Puisi ini saya buat dalam keadaan bingung dan resah, hingga tiap baitnya saya selipkan tetesan air mata ketakutan dan kekecewaan. Saat itu hubungan kami tengah diujung jalan tanpa satu orangpun yang tahu bahwa kami gusar memandangi masa depan yang tidak kami tahu titik temunya. Tepat tiga tahun kami menyulam kenangan bersama sebagai sepasang kekasih, susah dan senang kami lalui dalam kebersamaan. Hingga sang jarak yang begitu kejamnya memisah komunikasi dan hati kami dalam segala pertengkaran.

Di sepanjang perjalanan itu saya menyadari bahwa mencintai nya seperti halnya menggenggam pasir,
Semakin digenggam erat semakin ia pergi lepas dari hati.
Semakin saya takut ia tinggalkan, Semakin ia akan meninggalkan.

Hingga pada akhirnya, di sepanjang perjalanan ini, aku berserah.
bukan menyerah,.
Di sepanjang perjalanan ini aku menyadari bahwa memang Tuhanlah sebaik-baiknya penggenggam perasaan.
Disepanjang perjalanan ini, aku berjalan lurus menuju hatimu sembari berserah pada takdir kita.
semoga Tuhan terus membimbing kita untuk bertemu pada satu titik yang indah.

iya.
Sebuah kekuatan yang bernama “berserah diri pada takdirNya lah” yang membawa saya dan ia kembali setiap kali kami melangkah untuk pergi bersimpangan.

dan benarlah adanya, pernikahan itu bagaikan sebuah keajaiban.
Terutama bagi kami.

Tepat di hari ke 1825 ia berikrar didepan penciptaNya,ikrar yang menggetarkan seluruh arsy. Ikrar yang menunjukan betapa berkuasanya Allah karena telah menjaga hati kami untuk bersabar menanti ikatan suci yang di ridhoiNya.

Ibaratkan kami menyebrang dengan rakit, kami berlari dengan rakit bambu diatas lautan yang bergemuruh, tanpa rasa halal tanpa bekal. ya itulah kami yang dahulu.
Namun, keajaiban Tangan Allahlah yang membimbing kami, menjadikan kami jodoh sejak pertama kali kami bertemu. dan semoga hingga terakhir kali di surgaNya.

TanganNyalah yang menjauhkan kami, lalu mendekatkan kami kembali dalam ikatan yang kuat  dalam bahtera yang lebih besar daripada sekedar rakit bambu yang keropos.

Maha Benar Allah, yang Maha pengasih dan Maha Penyayang. Pemilik cinta yang sejati.

Terimakasih karena sudah memerankan peranmu dengan baik, dan tak pernah melangkah pergi saat aku beranjak meninggalkan.

Jum’at 08 Januari 2016
28 Rabiul Awal 1437 Hijriah.

DSC_0543

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s