#SURAT UNTUK ARTA

 

476053kau..
ya, kau..

ada beberapa hal yang begitu menyenangkan dibagi bersamamu.

tentang perjalanan panjang,
tentang cerita lucu di sepanjang jalanmu,
tentang makna hidup yang selalu kau ajarkan untukku,
tentang hobimu, dan hobiku yang sebagian besar memiliki kesamaan.
tentang hobimu membaca, dan hobiku menulis.
tentang kesukaan kita pada langit, laut dan pantai.

Arta..
namamu kan ?

tanpa kau sadari, selalu ada senyum dibibirku tiap kali aku mendengarkan cerita dan serunya kisah hidupmu.

perjalanan panjang dan menyenangkan yang selalu kau ceritakan membuat ada setitik harapan kecil mengintip dari celah hatiku,

sederhana saja.

Aku ingin menemanimu keliling dunia. memotret seluruh keindahan yang kau lihat,
dan menuliskan kisah perjalanan itu di dalam lembaran-lembaran kertas kecokelatan dengan diksi yang indah.
Aku ingin tersenyum bersamamu di beranda itu, di pingir danau dengan kerambah ikan yang mengayun-ayun.
Duduk bersamamu di sepasang kursi rotan sembari menggenggam buku cerita yang sama-sama kita sukai.
Aku ingin selalu ada disampingmu, berdiri disampingmu tepat saat kau mengambil gambar indah diatas menara yang tinggi.
Aku ingin..
begitu lah secercah harapan yang mengintip dibalik sudut hatiku.

Arta, namamu kan?

Entah bagaimana, tanpa mengenalmu lebih jauh.
Aku selalu ingin tahu keadaanmu, menemanimu dan bahkan menjadi matahari dalam hidupmu.

Kau ingat selembar surat yang kau terima pada malam hari yang indah di pinggir pantai ?
Saat itu aku menghampirimu, mengajak kau bergabung dengan teman-teman kita.
Aku ingat saat itu kau berkata “hmm..langitnya indah ya, banyak bintang”.

Kau ingat ?
Sekali lagi aku ingin bertanya, Apakah kau ingat selembar surat yang kau terima pada malam hari yang dipenuhi bintang kala itu ?
Surat yang dibacakan ke semua teman-temanmu tanpa tahu siapa pengirimnya.
Surat yang berisi, keinginan seseorang untuk selalu menemanimu dan menjadi matahari dalam gelap dan sepimu?

Akulah penulisnya..

Aku bahagia telah mengenal sebentar manusia yang baik sepertimu,
Aku bahagia bisa menjadi matahari yang tak pernah kau lihat keberadaannya.
Aku mengerti, Arta.
melihat matahari sama halnya menyakiti penglihatanmu sendiri.

Hari ini..
aku ingin menuliskan surat terakhir untukmu,
sebelum aku tak bisa menjadi mataharimu lagi..
dan sebelum segala harapan serta hidup matiku aku letakan di pundak orang lain.

Terimakasih, Arta.
karena sudah mau berbagi, dan sudah pernah membuat jantungku terasa berdebar lebih kencang saat bersamamu.

Kau tak perlu merasa aneh setelah membaca surat ini, ini bukan permasalahan hatimu. Ini adalah mengenai hatiku sendiri.

Aku ingin berdamai dari rasa ingin memilikimu.

Selamat tinggal.

Akhirnya, Aku menyadari bahwa terkadang ada beberapa hal didunia ini yang tidak akan pernah bisa kita miliki.

Ada beberapa rasa serta harapan di hati yang terkadang harus kita kubur sampai mati.

Semoga bahagia dan segera menemukan bintang yang lebih terang untuk menemani keinginanmu untuk berkeliling dunia.

Doakan aku bahagia kelak.

Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s