Antara Jakarta – Madinah Akhir April 2014

.

Jakarta, Bandara Soekarno Hatta
29 April 2014

Sebuah perjalanan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Setelah beberapa orang terdekat melepaskan kepergianku, berbelas jam aku menantikan waktu.
Terduduk diantara deru pesawat terbang, berharap agar segera dapat aku injakan kakiku di tanah haram.

Kulantunkan beratus kali tasbih dan istigfar dibulir-bulir tasbih ku.
Berharap aku tiba dengan selamat dan senyuman.
aku ingin segera merasakan bagaimana rasanya ada di bumi Allah, bumi tempat para syuhada, bumi yang diberkahi.
Dalam hati aku berdoa, semoga semuanya akan baik-baik saja.

Aku pergi dengan membawa begitu banyak dosa, meretas harapan atas pengampunan dan kasih sayangnya.
menggenggam harapan mendapat jawaban atas segala doa yang membimbangkan ku.
tentang kehidupan, tentang dunia dan segala isinya, tentang perasaan dan cinta yang berada diujung helaan nafas.

Annesa Nurul

Jeddah, King AbdulAziz Internasional Airport
30 April 2014

IMG_5883

“Subhanallah ”
satu kata yang bisa aku ucapkan ketika kapten pilot telah mematikan lampu peringatan penggunaan sabuk pengaman.
Pesawat ini mendarat dengan selamat.

Aku merasa sangat lelah ketika turun dari pesawat, tapi aku tak bisa membohongi bagaimana bahagianya aku ketika aku tiba di tempat yang aku tuju.

” Boleh Cubit aku ma?” Aku merasa seperti sedang bermimpi ketika kulihat matahariku pagi ini berbeda dari biasanya. Indah.
Aku berada di bandara Jeddah, King Abdul Aziz. Nama salah seorang raja Saudi Arabia.

Ternyata yang ku lalui adalah sebuah kenyataan. Selamat datang di bumi yang diberkahi Allah.
Selamat menuju madinah dan bertemu dengan kenangan-kenangan bersama Rasullulah. 🙂

Madinah
30 April 2014, Raudah Hotel

IMG_5900
“Oh, seperti ini ya kota madinah “, Ujarku
Bangunan-bangunan yang berdiri dengan atap yang rata, jarang yang berwarna cerah. Merah muda ungu ataupun hijau tosca jarang aku temui. Bus dari jeddah ini membawaku menuju madinah hampir 6 jam. Banyak diantara jemaah lain mengeluh dan meminta agar bus melaju lebih cepat.
Tapi bagiku, perjalanan menuju Madinah ini menyenangkan.
Biarlah bus melaju trus dibawah kecepatan 80 km/jam.
Biarkan aku sampai dengan perlahan. Aku menikmatinya 🙂

Setelah beberapa lama diperjalanan, aku tiba di hotel tempat aku menginap sementara waktu.
Orang-orang disini tidak begitu paham bahasa inggris, kebanyakan dari mereka berbicara dengan bahasa Arab.
Aku tidak boleh dan tidak ingin banyak bicara dengan orang asing disini. Mereka bilang disini wanita lajang harus menjaga lisan dan jangan menebar senyum atau tawa dimana ia suka.

Sesampai di kamar hotel, aku membuka jendela. menatap lurus pada bangunan dengan payung-payung persegi yang berjarak radius 100m dari jendela kamarku.
Ini adalah kota penerimaan, yang orang-orangnya menerima Rasullullah dengan baik, yang ramah tanpa membedakan.
dan yang sedang ku tatap adalah Masjid Nabawi, masjid yang dibangun oleh sesosok pria sempurna bersama sahabat-sahabatnya.

Satu kata yang aku ucap sembari menutup kembali tirai jendela kamar hotel.
Terimakasih Allah.

IMG_20140430_180535
2014501020313

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s