If i could turn back time

 

Hai, Reader.

Huuufht… diluar lagi hujan deras nih, tadi saya rencananya mau nonton di biuskup mumpung lagi libur (emang kapan gak liburnya, hehe )
Alhasil malah menggalau di bawah tetesan hujan.. Hyaaaah…

Tapi ini serius loh,Reader.
Lagi hujan-hujan gini paling enak mikir soal kehidupan dan penghidupan… Hmmm !

Pernah gak sih kalian berharap bisa memutar waktu ?
Mengubah segala yang salah di masa lalu kalian dengan tujuan supaya rasa bersalah dan penyesalan kalian di masa sekarang bisa teratasi ? At least, kalian bisa tidur tenang tanpa keinginan buat berandai-andai… “Andai dulu saya begini, andai dulu saya begitu, andai dulu saya tidak begini … Pasti sekarang….” haaaa *menghela nafas*

Jujur ya Reader, Saya pernah merasakan seperti itu. dan mungkin sedang merasakannya.

Banyak sekali pilihan-pilihan besar yang saya ambil dengan salah,ย  hal-hal kecil dan bodoh yang dulu saya yakini kebenarannya. Namun ternyata salah dimasa sekarang… Seandainya saya begini, mungkin hidup saya lebih berdaya daripada sekarang ini. Seandainya saya tidak egois di masa lalu, mungkin saya tidak akan bersedih di masa sekarang.
Seandainya saya tidak menyakiti orang lain, mungkin saya tidak perlu merasa disakiti dimasa sekarang.
Seandainya saya memilih keputusan yang benar untuk menolak atau menerima sebuah tawaran dengan pemikiran yang matang mungkin sekarang saya sedang berada dalam keadaan hati yang tenang.

Tapi…..

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.

Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.” – Tere Liye

…..

Yaa… Dipikir-pikir untuk apa disesali, semua yang terjadi sekarang memang sudah digariskan oleh yang Maha Kuasa, sudah menjadi takdir yang harus diterima dengan tenang.
Mungkin, satu-satunya jalan untuk berdamai dengan masa lalu adalah dengan menerima, penerimaan yang indah, agar kita bisa mengerti sebuah kebenaran dan memahami dengan tulus maksud baik Tuhan.

Hujan diluar makin deras Reader, saya gak menyesal karena batal nonton. You see, Now. Andai beberapa menit yang lalu saya memilih untuk tetap pergi, mungkin saya bakal kehujanan dan basah kuyup..

Kadang ada beberapa hal yang harus kita terima dengan ikhlas, karena memang itulah yang terbaik untuk kita.
Walau sepanjang jalan penerimaan itu mungkin sakit dan sedih tapi waktu akan menjawab semuanya dengan kebaikan. Amin

๐Ÿ™‚

Bijaknya saya hari ini..hahhah
Yasudah udah dulu ya Reader,

Sincerely
Annesa.

Ps : saya minta maaf untuk masa lalu dan pilihan menyakitkan yang pernah saya buat untuk hidupmu, maaf karena pernah buatmu kehilangan selera makan disuatu siang yang cerah. Tapi saya mohon, mungkin kita harus sama-sama merelakan kenangan. Hiduplah dengan baik, pergilah dengan perlahan agar kita bisa saling menenangkan. ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s