Tiga yang kemudian menjadi dua..

 

Tak mampu melepasnya
Walau sudah tak ada
Hatimu tetap merasa masih memilikinya

Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya

Teringat sebuah perkataan yang pernah dikatakan oleh salah seorang teman saya, ia berkata bahwa : “Hidup adalah perihal ditinggalkan atau meninggalkan”

Sahabat, pernah tidak kalian merasakan sesuatu yang mengguncang hati kalian ? sesuatu itu sampai-sampai bisa membuat kalian tak mampu berbicara ? yang bisa kalian lakukan hanya melempar senyum yang getir lewat belahan bibir kalian ?

Tertanggal 27 maret 2013, perasaan saya tak karu-karuan, antara takut, sedih , dan pasrah membaur menjadi satu. seakan ribuan petir menyambar jantung saya, dan membiarkan saya terkulai tak berdaya terdiam dan pasrah.

saya benar-benar tak percaya pada kenyataan yang harus saya telan. saya mencubit lengan saya untuk memastikan bahwa ini mimpi..
tapi sayangnya, saya tak pernah terbangun.

——–

Tiga yang kemudian menjadi dua..
Jakarta, 27 Maret 2013

Yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja,lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir,
pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan Ayah, pelindungku, penjagaku, pengobat kesepian hatiku
selamat jalan, Imamku….

——

Aku benar-benar tak bisa berkata-kata,
bahkan menuliskan puisi untuk kepergianmu pun aku menjadi gagu.. 

sudahlah,

ku titipkan salam rinduku pada angin yang menderu,

semoga Tuhan yang maha lembut menyampaikannya tepat ke dalam hatimu..
aku mencintaimu, pak.
selamat jalan, semoga engkau bahagia,

semoga tanganku yang rapuh ini bisa menjadi penolongmu di akhirat nanti.
aku akan kuat walaupun hatiku hancur berantakan karena kepergianmu.
aku akan kuat walaupun airmataku tak hentinya meneteskan duka atas salam perpisahanmu yang panjang.

kita bukan tiga yang menjadi dua.
kita tetap tiga yang sementara waktu terpisah.
aku akan menjaga nya selama ia disisiku.. 
tak perlulah kau khawatir.

kami mencintaimu.. dan akan tetap mencintaimu sampai akhir. 

 

Advertisements

2 comments on “Tiga yang kemudian menjadi dua..

  1. Ditinggalkan oleh org yg kt sygi itu rasanya dunia hampir runtuh. Mental ini semkin terisolir pd gelapx khdupan. 😦
    TTpi, hdup kt msh pjg. Move on. Kt bs buktikan klo kt bs jd lbih baik. Utk mereka jg. Agr mrk bangga klo mrk px kt.
    Semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s