Mengapa mengenang itu terkadang menyakitkan…

When will I see you again?
You left with no goodbye, not a single word was said
No final kiss to seal any seams
I had no idea of the state we were in

Pernahkah kau merasakan suatu kesepian yang merayap perlahan kedalam hatimu ?
Pernahkah kota yang  selama ini kau rasa terlalu ramai, tiba-tiba berubah seperti kota mati yang ditinggalkan semua penghuninya, kecuali engkau ?
Pernahkah kau berjalan menyusuri jalan sembari memunguti kepingan hatimu yang berserakan ?
Pernahkah kau berpura-pura tersenyum diantara banyak orang yang kau temui, sembari menambal agar darah yang menetes di hatimu tak merembes keluar sehingga semua orang mengetahuinya ?
Pernahkah kau merindukan apa yang sebelumnya ada yang kemudian menjadi tak ada ?

When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong
The more I do, the less I know

Sampai sekarang, aku tak mengerti mengapa mengenang terkadang bisa menjadi begitu menyakitkan.
Bahkan, sekedar menyusuri jalanan yang pernah kau lalui bersamanya, nyeri di hatimu tak terperikan.
seperti dihempas batu besar yang membuat mu sulit bernafas.
sekedar bangku taman di sebuah kota yang mengingatkanmu pada bayangnya, bisa membuat airmatamu luruh dengan sendirinya, bukan karena apa. tapi karena mengenang itu menyakitkan.
Sekedar warung kecil dengan meja makan, tempat kau dan ia pernah memesan dan berbagi makanan pun bisa terasa mengorek-ngorek lubang kerinduan di hatimu. lalu darahnya mengalir dan kau kebingungan menyeka airmata yang dihasilkan oleh sakitnya luka itu.
Sekedar jalan raya pun bisa menyakitimu, jika disana kau taruh kenangan yang dalam tentang ia yang kau rindukan.

Gave you the space so you could breathe
I kept my distance so you would be free
And hope that you find the missing piece
To bring you back to me

Aku serius. mengenang itu bisa terasa begitu menyakitkan.
Apalagi ketika yang kau kenang tak ingin mengingat kenangan tentangmu.
tentang kau yang merindukannya dan merengek memintanya merindukanmu juga.
tentang jalanan, tentang tempat makan, tentang taman, tentang segala tempat yang pernah kau kunjungi bersamanya.
Tidak kah kau merasa seperti hatimu diiriis dengan pisau yang tumpul dan berkarat ?
kau ingin berteriak pada otakmu agar tak pernah mengingat segala kenangan-kenangan itu, tapi hatimu menolaknya dan perlahan-lahan teriris dengan sendirinya.

Why don’t you remember?
Don’t you remember?
The reason you loved me before
Baby, please remember me once more

Aku serius, mengenang itu bisa terasa begitu menyakitkan.
karena didalam sebuah kenangan, kau menyimpan begitu banyak rasa. kau menyimpan kerinduan, sama seperti halnya kau menyimpan kehilangan atasnya.

Dan…..

Kau biarkan airmatamu luruh dengan sendirinya.

When will I see you again?

Terkadang kenangan itu, terasa menyesakan.

Terkadang kenangan itu, terasa menyesakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s