Humming..

humming

When we see the twinkling starlight
The very star already disappeared
While the light is taking a million light year travelling in the space
The star itself dies leaving its own light
It’s like love which has disappeared when we realize how precious it is.

Hai Reader, Apa kabar ? udah baca kutipan diatas ?

Reader tau gak, ternyata bintang yang sering kita lihat bersinar di langit itu adalah bintang yang telah mati jutaan tahun cahaya yang lalu loh, bintang tersebut terus bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat (dalam juta tahun cahaya) dan menimbulkan energi panas sehingga membuat bintang itu sendiri terbakar dan habis reader.Namun, walaupun bintangnya sendiri sudah habis, cahaya yang ditinggalkan masih tersisa dan masih bisa kita lihat di langit pada malam hari. 😀 Wow ya.

Kutipan diatas itu penulis ambil dari sebuah film drama korea yang menurut penulis sangat menyentuh, judulnya Humming. Di dalam film tersebut, cahaya bintang di langit pada malam hari diibaratkan seperti halnya cinta tulus dari seseorang kepada kita yang terkadang telah habis/ hilang ketika kita menyadari betapa berharganya cinta tersebut ( #haseek :D).
Film ini adalah salah satu film drama korea favorit Penulis,Reader. Kenapa ? Karena fim ini benar-benar memberi pelajaran kepada Penulis untuk menghargai orang-orang sekitar yang mencintai kita dengan tulus dan tidak mengecewakan mereka sebelum mereka pergi meninggalkan kita dan akhirnya kita menyesal. 

Film ini bercerita tentang sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama hampir 6 tahun. Si wanita bernama Mi-yeon (Diperankan oleh Han Ji-hye ) dan si Lelaki bernama Jun-Seo  ( Diperankan oleh Lee Min-ki) . Setelah hampir 6 tahun menjalin hubungan, sang lelaki sudah mulai lelah dan merasa bosan dengan kekasihnya, ia pun berusaha menghindari kekasihnya dengan berpura-pura sibuk dan tidak bisa diganggu. Sang lelaki adalah seorang tenaga riset yang bekerja di suatu universitas, sedangkan sang wanita adalah seorang atlet loncat indah. Di sela-sela kesibukan Jun-Seo, Mi yeon selalu menyempatkan untuk mengajaknya berolahraga panjat tebing, diawal mereka bersama Jun Seo pernah berjanji mengajak Mi Yeon mendaki puncak gunung Bukhansan seperti sepasang kakek dan nenek yang mereka di lihat di berita surat kabar dan itulah mengapa Mi Yeon melatih kekasihnya untuk bisa memanjat tebing. Namun Jun Seo yang mulai bosan sudah melupakan janjinya tersebut dan tidak pernah menghiraukan apa yang diajarkan oleh Mi yeon perihal manjat-memanjat tebing.

Mereka mempunyai kebiasaan merayakan hari pertemuan mereka, suatu hari si gadis berbicara tentang perayaan 2000 hari mereka bersama, si lelaki bahkan tidak tahu tanggal berapa hari ke 2000 itu. Karena merasa sangat bosan dengan kekasihnya, si lelaki memutuskan untuk menghindari kekasih nya dengan melamar  sebuah penelitian di kutub utara agar dapat berpisah jauh dengan kekasihnya.

Mi Yeon tidak patah arang, dia tetap mencari cara bagaimana mereka bisa tetap berkomunikasi walaupun kekasihnya telah terpisah 17.240 Km dari Seoul, Mi Yeon berusaha mempelajari dan membuat CQ-CQ ( semacam alat telekomunikasi menggunakan frekuensi radio/radio wireless ), walaupun sudah diperingatkan oleh adiknya bahwa keinginan JunSeo untuk mengikuti penelitian di kutub utara adalah alasan agar bisa jauh dari Mi Yeon, namun Mi Yeon tetap tulus mencintai Jun-Seo dan selalu ingin bersamanya.

Suatu malam, Setelah CQ-CQ yang dibuat oleh Mi Yeon selesai ia ingin memberikannya kepada Jun Seo , iapun menelpon Jun Seo untuk menjemputnya namun Jun Seo sengaja tidak mengangkat telepon dari Mi Yeon sehingga akhirnya Mi Yeon memutuskan untuk meminjam sepeda temannya dan mengendarainya menuju apartemen JunSeo. Namun sayang, ditengah jalan Mi Yeon di sambar oleh kendaraan yang melintas sangat cepat. ia tertabrak.

Jun Seo yang belum mengetahui kejadian yang menimpa Mi yeon, paginya mendapati Mi Yeon sudah berdiri di depan rumahnya sambil membawa kotak besar berisi radio wireless yang rencananya akan digunakan untuk saling berhubungan ketika Jun Seo sudah sampai kutub utara. Namun belum sempat Mi Yeon menjelaskan cara kerjanya Jun Seo sudah terburu-buru pergi ke tempat kerjanya . Baru beberapa langkah keluar dari rumah, Jun Seo mendapat telepon dar ibu Mi Yeon yang mengabarkan bahwa kekasihnya tersebut ada di rumah sakit karena mendapat kecelakaan tadi malam. Karena tidak percaya dengan yang didengarnya ia pun kembali ke rumah dan ia tidak menemukan siapapun di sana. Mi Yeon yang ia temui pagi tadi hanyalah sebuah bayangan.

Di rumah sakit, Mi Yeon tidak sadarkan diri, ia koma dan keadaannya sangat kritis. Jun Seo sangat bingung siapa gadis yang ditemuinya pagi ini jika kekasihnya itu berada di rumah sakit dari tadi malam. Untuk mencari jawabannya ia pun berusaha menyelidiki kematian sang gadis dan berusaha menemukan roh gadis itu untuk segera kembali dan hidup kembali.

Di saat itu barulah si lelaki sadar bahwa selama ini sikapnya pada si gadis sangatlah buruk, bahkan ia belum sempat mengucapkan kata maaf. Perlahan-lahan ia pun kembali mengingat kenangan-kenangannya bersama Mi Yeon yang hampir ia lupakan. Ia pun kembali ingat pada janji-janji yang dulu pernah ia katakan pada Mi Yeon terutama janji untuk bersama-sama mendaki di gunung Bukhansan, Kenangan-kenangan itu membuat penyesalan pada diri Jun Seo semakin dalam.

Di hari yang ke 2000 mereka bersama, seakan roh Mi Yeon memberi petunjuk agar Jun Seo  menemuinya di tempat yang mereka janjikan bersama, Gunung Bukhansan. Jun Seo segera bergegas pergi ke gunung Bukhansan untuk menemui roh Mi Yeon sementara di rumah sakit tubuh Mi Yeon sudah memasuki tahap yang sangat kritis dan mendekati ajalnya. Jun Seo berusaha mendaki gunung Bukhansan dengan mencoba mengingat-ingat apa yang telah diajarkan Mi Yeon ketika mereka belajar mendaki tebing, dengan kenangan tersebut ia pun berhasil mendaki gunung Bukhansan.

Di tebing gunung tersebut, secara mistis Jun Seo bisa melihat roh Mi Yeon. Jun Seo sangat menyesal dan meminta maaf kepada Mi Yeon, ia pun memohon agar Mi Yeon tidak meninggalkannya dan kembali bersamanya . Namun, Mi Yeon mengatakan bahwa ia tidak bisa kembali lagi, ia berterimakasih kepada Jun Seo karena telah mengajarinya cara mencintai dengan tulus dan berterimakasih karena Jun Seo tidak pernah membuatnya merasa sendiri. Mi Yeon merasa telah cukup waktunya untuk bersama Jun Seo. Ia meminta Jun Seo untuk melepas kepergiannya dengan bahagia.

Akhirnya Mi Yeon pergi, ia meninggal dunia.

Begitulah ceritanya Reader, Huuuufh.. menyentuh sekali ceritanya ya.

“Terkadang, kita baru  akan merasakan berharganya sesuatu dalam kehidupan kita ketika mereka telah tiada, yang tersisa hanyalah penyesalan yang menyesakkan”

Itulah pelajaran yang bisa dipetik dari film ini Reader, selama orang-orang yang menyayangi kita masih ada di sisi kita, maka berbuatlah sebaik-baiknya untuk kebahagiaan mereka, jangan sampai kita menyesal ketika mereka telah pergi dan tidak kembali lagi dalam kehidupan kita. oke 🙂

Sekian dulu yaa Reader tulisan kali ini, semangat mengisi hari dengan kebaikan. See yaa.. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s