Kenapa sih harus ada Penelitian Ilmiah ?

 

Hai, Apa kabar reader ? 😀 baik-baik ya semoga..

Kali ini tulisannya agak nyerempet-nyerempet dikit sama pelajaran yuk, berhubung si penulisnya udah mulai mendekati waktu-waktu paling indah di akhir masa perkuliahan nih, yes you know what. menulis skripsi. 😀

Pernah tidak reader bertanya-tanya, sebenarnya apa sih tujuan seseorang meneliti sesuatu? kenapa harus belajar ?  dari sejak TK sampai kuliah kerjanya megang bolpoint dan mencatat di buku pelajaran, tiap akhir semester juga akan ada ujian semester, ada ujian komprehensifnya pula kalau di kampus saya ( malah curhaat 😀 )  . Padahal ada kok yang bisa sukses jadi peneliti  tanpa belajar, contohnya Steve Jobs, Bill Gates, Einstein, Leonardo da vinci dan masih ada beberapa yang lainnya.

Weeh, salah kaprah tuh reader. Siapa bilang mereka tidak belajar sampai bisa jadi peneliti yang  dikenal di dunia seperti sekarang ? mereka justru mempunyai usaha yang lebih keras daripada orang lain. 

Nah, Terkait dengan tulis menulis skripsi, sekarang penulis mau bertanya, kenapa sih harus ada Penelitian Ilmiah contohnya skripsi ?

hmm.. yap. coba kita lihat skema di bawah ini, jawabannya adalah : karena selalu ada rasa ingin tahu di hati manusia untuk mencari tahu sebuah kebenaran ( ini disamping tujuan utama supaya lulus kuliah doang ya, hehe ) . Rasa ingin tahu yang dimiliki oleh manusia akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang akan menuntun manusia tersebut untuk berusaha mencari tahu jawabannya. Tentunya jawaban yang ingin di dapat adalah jawaban yang benar ya, Nah untuk mendapatkan jawaban yang benar tersebut perlulah dilakukan usaha-usaha yang dilandasi dengan pengetahuan yang benar, salah satunya adalah dengan pengetahuan yang bersifat ilmiah. Itulah mengapa harus ada penelitian ilmiah.

Untitled

Penelitian ilmiah mempunyai dua tujaan  utama yaitu :

1. Tujuan Jangka pendek :  menghasilkan sebuah karya ilmiah. Kalau tujuan jangka pendek ini sepertinya cocok dengan yang dikatakan penulis tadi reader, tujuannya terkait dengan masalah penyelesaian pendidikan formal/ selesainya sebuah proyek kerja ilmiah.

2. Tujuan jangka Panjang : Menjadikan seseorang memiliki pola pikir ilmiah dan mekanisme kerja yang sistematis berdasarkan logika dan fakta. Ini lebih berat reader. Tapi ini bener loh, ketika kita masuk ke dunia kerja dan kehidupan sosial bermasyarakat kita tidak bisa mengatakan sesuatu yang tidak berdasarkan suatu fakta dan logika yang jelas. Bisa-bisa tingkat kepercayaan orang lain akan berkurang karena kurangnya landasan dan bukti dari setiap apa yang kita bicara kan. Itulah mengapa kita harus latihan membuat karya ilmiah, supaya cara pikir ilmiah kita bisa dibentuk selagi muda. 😀 haha.

Prosedur/ Tahapan dalam melakukan penelitian ilmiah :

Berikut ini adalah alur dan proses dalan melakukan penelitian ilmiah.

Untitled

Sebuah Penelitian Ilmiah yang dilakukan sebenarnya bermula dari suatu pertanyaan terhadap sebuah permasalahan yang ingin diketahui jawabannya. Sebagai peneliti, hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan penelitian adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi petunjuk dalam memecahkan suatu masalah yang akan diteliti, (hehe :D). Ya, yang pertama adalah, tentukan dahulu masalah apa yang akan diteliti. Kemudian, rumuskanlah masalah yang akan diteliti tersebut kedalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang ingin kita ketahui jawabannya, sehingga terbentuklah pertanyaan penelitian . misalnya seperti ini :

1. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi seorang wanita lebih menyukai pria yang tampan dari pada pria yang tidak tampan ?

2. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran virus merah muda di kalangan remaja ?

3. Apakah faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka prevalensi jomblo di Indonesia ?

Haha,ngaco.  itu cuma contoh ya, reader. intinya kita harus mempunyai masalah yang ingin kita ketahui terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian.

Setelah itu, masuk ke tahap selanjtunya, rancang penelitian yang akan kita lakukan. Apakah penelitian tersebut bersifat kualitatif atau kuantitatif. Apa beda diantara keduanya ?. Bedanya adalah :

1. Penelitian Kuantitatif : Penelitian yang datanya berbentuk angka yang menyatakan frekuensi, volume dsb. serta analisis nya menggunakan teknik statistik.

2. Penelitian Kualitatif : Penelitian yang berbentuk scoring, kata, kalimat, skema dan gambar, namun analisis nya tidak menggunakan teknik statistik.

Selanjutnya, kita harus mengumpulkan data sebagai unit yang akan kita teliti karakteristiknya. contohnya ; ketika kita ingin mengumpulkan tentang statistik para jomblo, kita harus mengumpulkan data dan karakteristik jomblonya saja. karakteristik ini bisa dilihat dari berbagai segi. beberapa diantaranya dari segi demografi (umur, jenis kelamin, tinggi, berat badan, dsb ) , sosial ( jenis pekerjaan, tingkat pendidikan , status kesehatan, dsb )  , maupun ekonomi ( pendapatan harian, kepemilikan kendaraan pribadi dan deposito berjangka). 😀

Apabila data yang kita ingin ketahui sudah dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah pengolahan data, pengolohan data ini buanyaaaak sekali tekniknya reader. mulai dari teknik univariate, bivariate, multivariate (untuk data kuantitatif ) dan teknik reduksi dan pembacaan data untuk penelitian kualitatif.

Setelah data di olah, maka data tersebut harus disajikan dalam bentuk yang mudah dibaca para pembaca, seperti dalam bentuk grafik, tabel, peta histogram, pictogram dan bukan instagram :p

Untuk selanjutnya adalah melakukan analisis data, pada analisis data inilah kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita sebelumnya. Kita bisa mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi seorang wanita lebih menyukai pria yang tampan dari pada pria yang tidak tampan, faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran virus merah muda di kalangan remaja, maupun faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka prevalensi jomblo di Indonesia. haha 😀

Nah terakhir, kalau kita sudah mendapatkan jawaban dari penelitian kita, kita harus membuat laporan penelitian agar hasil dari penelitian yang kita lakukan bisa diketahui olah pihak terkait. 🙂 Laporan penelitian ini bisa disampaikan dalam bentuk tertulis, tidak tertulis ( melalui presentasi/ seminar) atau keduanya.

Setelah itu selesailah penelitian yang kita lakukan, reader. Tahap paling akhir adalah mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Terimakasih karena sudah bersedia membaca. semoga bermanfaat 🙂

Peace love, and gaul.. 😀

Advertisements

4 comments on “Kenapa sih harus ada Penelitian Ilmiah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s