Tentang Resolusi

1 januari sebagai permulaan tahun sering dijadikan sebagai tonggak untuk membuat resolusi dan perubahan bagi banyak orang, Euporia tahun baru memang bukan segalanya dalam merencanakan sesuatu dalam hidup. Apalagi menyangkut sesuatu yang amat penting bagi kehidupan kita. Dengan adanya resolusi, atau lebih mudahnya harapan dalam kehidupan, seseorang akan memiliki semangat dalam menjalani kehidupan. Semangat ini tiada lain lahir karena arah dari perjalanan yang akan kita lewati menjadi semakin jelas. Perjalanan hidup yang fokus pada tujuan memudahkan kita mengukur setiap bagian dari langkah-langkah yang dilakukan.
Walau sebagian kita mungkin jarang membiasakan diri membuat mimpi-mimpi dan harapan dalam bentuk yang lebih konkret secara visual, minimal kita sudah harus membuat daftar yang jelas apa yang akan di raih. Resolusi yang baik sesungguhnya adalah sebuah harapan yang mampu memberikan energi sekaligus inspirasi untuk lebih kuat dan bersemangat menjalani kehidupan. Resolusi itu juga harus mampu melahirkan motivasi yang kuat dalam kehidupan. Dengan resolusi yang jelas, detail dan terukur, kita bisa membandingkan dari satuan waktu dengan pencapaian yang kita lakukan.
Beberapa waktu lalu diawal perkuliahan tanggal 2 Januari 2013, dosen Teknik Komunikasi Bermasyarakat di kelas saya meminta mahasiwa dan mahasiswinya untuk membuat resolusi minimal untuk satu tahun kedepan. Beliau mengatakan bahwa cara terbaik membuat resolusi adalah dengan menggunakan kekuatan imajinasi.
Bayangkan kita sudah/sedang dalam keadaan yang sesuai dengan resolusi yang kita harapkan. misalnya : ketika kita ingin membuat resolusi bahwa tahun ini kita akan menyelesaikan sebuah karya sastra, novel atau sebagainya, Buatlah seakan-akan kita sudah mencapainya. Membayangkan bagaimana rasa, warna dan segala hal yang terjadi pada resolusi tersebut dengan imajinasi kita, kita sudah menjadi penulis yang terkenal dengan novel yang menjadi karya bestseller dan disukai banyak orang. 
Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi beberapa resolusi sederhana yang saya buat sewaktu kuliah tersebut.
Ini dia 🙂
1. Saya lebih dekat dengan Allah SWT, shalat tepat waktu dan selalu bangun pada sepertiga malam untuk shalat malam, berdoa dan belajar
2. Saya lebih dekat dengan keluarga dan teman-teman, serta menjadi pribadi yang ramah dan ceria hingga semua orang yang mengenal saya akan merasa nyaman, menyayangi dan mencintai saya
3. Tanggal 15 februari 2013 saya mengerjakan soal ujian komprehensif dengan begitu mudah dan tenang.
4. Pada hari pengumuman ujian komprehensif saya melihat nama saya di daftar mahasiswa yang lulus ujian dengan grade minimal B
5. Saya mengerjakan skripsi dengan senang dan bahagia, sampai selesai dan disahkan oleh dosen pembimbing saya yang begitu baik, saya sidang skripsi dengan sangat percaya diri dan mengesankan
6. Skripsi saya lulus dengan grade A
7. Pada tanggal 5 oktober 2013 saya diwisuda di depan orang-orang yang saya cintai, saya sangat bahagia saat itu. Saya terlihat cantik dengan kebaya berwarna merahmuda dan semua orang bahagia atas kelulusan saya.
Itulah beberapa resolusi yang saya catat, sebagai manusia tidak ada salahnya kita berencana, tinggal bagaimana kita mengusahakannya dan Tuhan meridhoinya. Yang saya pikirkan ketika membuat catatan resolusi diatas adalah bahwa resolusi-resolusi tersebut harus bisa saya wujudkan tahun 2013 ini, khusus nya resolusi nomor tujuh. Semoga dikabulkan Tuhan. Amin. 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s